<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7261451655083363028?origin\x3dhttp://infosinema-barat.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Selasa, 18 Maret 2014

The Missing Pictures

Jenis Film Dokumenter, Remaja - Sutradara Rithy Panh - Produser Catherine Dussart - Produksi Bophana Production - Durasi 92 menit.

Pemain  Randal Douc

Selama bertahun-tahun saya mencari gambar yang hilang: foto yang diambil antara tahun 1975 sampai 1979 oleh Khmer Merah ketika mereka berkuasa di Kamboja.

Dengan sendirinya, tentu, sebuah citra tidak dapat membuktikan pembunuhan massal.

Tetapi hal itu memberi kita sesuatu untuk dipikirkan, mendorong kita untuk merenung, merekam Sejarah.

Saya mencarinya di arsip-arsip dengan sia-sia, di berkas-berkas lama, di desa-desa di Kamboja.

Hari ini saya tahu: gambar itu pasti hilang.

Sebetulnya saya tidak mencarinya; tidakkah gambar itu akan tampak kasar dan tak penting?

Jadi saya menciptakannya.

Apa yang saya berikan kepada Anda hari ini bukanlah gambar ataupun pencarian akan gambar yang unik, melainkan gambar akan sebuah pencarian: pencarian yang dimungkinkan oleh sinema.

Label: , , , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda